Begini Kesaksian Terbaru Anak Buah Ahok Vero Selama Ditinggal Ahok ke Penjara, Teringat Kembali!

loading...
loading...

Asliberita.com - Di tengah hiruk pikuk politik negeri ini, tepatnya politik Jakarta, sosok perempuan sederhana, tidak banyak bicara, mencuri perhatian kita. Veronika BTP atau Vero Ahok diam-diam menjadi idola banyak orang. Satu diantaranya, kabarnya, bekas anak buahnya sendiri.

Nah, sang anak buahnya bernama Venita Eng memposting pengalaman pribadi selagi menjadi anak buah Vero, yang adalah Ketua PKK Pemprov DKI Jakarta. Selain itu, satu lagi aktivitas selaku istri gubernur adalah Ketua Yayasan Kanker Indonesia cabang DKI Jakarta.

Postingan yang dimuat di facebook Verita Eng per 31 Mei 2016, sayangnya sudah tidak bisa diakses. Namun, ada beberapa netizen yang berhasil merekam, dan kabarnya sudah diakses ribuan orang.

Jika kita kritis, per 31 Mei 2017, Ahok sudah bukan Gubernur dan otomatis Vero sudah bukan ketua PKK dan berbagai atribut sebagai istri Gubernur DKI Jakarta. Jadi secara logika dan etika,  si pembuat komentar sudah tidak ada “urusan” dengan Vero Ahok. Si pembuat postingan merdeka untuk mengutarakan uneg-unegnya karena ia tidak “mencari muka” pada mantan bos.

Venita, di Facebooknya menyebut dirinya MD (saya tebak Medical Doctor) dan MSc (Magister of Science) disamping Mrs dan Mom. Jadi Venita adalah wanita, ibu, istri yang punya gelar Dokter dan Master. Jelas, Venita adalah wanita terpelajar dan mungkin berkecukupan. Yang ingin saya katakan, Venita bebas mengutarakan pendapat tanpa pusing akan dapat nasi bungkus atau uang transport, ups bercanda yak.

Kembali ke postingan Venita tentang Vero Ahok :

Kalau saya cerita kebaikan hatinya, kamu pasti nggak akan percaya, karena saya pun ga habis pikir.

Saya ga cerita yg ada di koran,sy sukanya percaya hal yg sy alami sendiri

Saya nulis ini ga dibayar, ga buat misi apapun,the fight is over, cuma karena saya ingin slalu ingat ada loh org setulus ini,supaya sy malu saat lain kali berpikir mau kabur dari kesulitan

kalau Beliau tahu saya nulis ini, mgkn saya ditegur krn Beliau ga suka publisitas, a reluctant role model

Tapi karena memori sy krg baik, apalagi kalau tertekan, smoga ini selalu jadi pengingat saya apalagi saat empet dengan nyinyiran di medsos

Saya mau ingat kalau Beliau belajar ttg kanker dari nol, agar bisa menolong pasien semaksimal mungkin, pdhl bukan latar belakangnya

Beliau tidak ragu saat programnya ditiru atau diambil alih, krn pikirnya yg penting pasien bisa terus dilayani

Beliau menyempatkan di tengah kesibukan utk hadir di masa sulit stafnya.. jg saat ayah saya di rumah sakit hingga di rumah duka

Beliau tdk keberatan dgn cuti hamil saya di masa sibuk program berjalan, malah membelikan ranjang bayi di kantor n mengizinkan bayi dibawa utk memastikan asi eksklusif utk bayi sy

Beliau sering menanyakan kabar bayi saya setelah tahu ia sempat masuk NICU, sama sekali tdk bahas soal kerjaan

Beliau membuka pendidikan lanjut dan karir bagi saya, padahal sama sekali tdk kenal sebelumnya dan sy bukan anak orang penting

3 hari setelah pilkada putaran kedua, Beliau meminta saya utk bantu konseling pasien kondisi terminal dan mau menjenguk

11 hari setelah suaminya divonis, Beliau ingin membantu pasien jantung yg kesulitan biaya

3 hari setelah pencabutan banding, Beliau membantu ART temannya yg sakit kanker

Setelah surat pengunduran diri gubernur,beliau masih mengingatkan saya utk melayani dgn benar dan maksimal dimanapun tempatnya

Saya ga ngerti lagi darimana kekuatan hatinya utk selalu memikirkan orang lain stelah semua kejadian ini

Kalo saya sih kayaknya udah pingin pindah negara aja

Tapi..kalau suatu saat nanti benaran mau nyerah,saya yakin kebaikan dari Tuhan yg sudah Beliau tabur akan menegur hati kecil saya

Terima kasih Ibu sudah menjadi kitab yang terbuka

Always pray for you

Ruarrrr biasa, ratusan netizen memposting ulang dan mengaku mereka tidak kuasa menahan haru, kok justru dari pasangan Vero dan Ahok, kita jadi belajar banyak.

Justru dari mereka yang habis-habisan difitnah dan disakiti sampai diuji kesabaran luar biasa, kita ingin menjadi manusia yang lebih baik.

Semoga Pak Ahok, Bu Vero dan anak-anak senantiasa sehat, percaya bahwa Gusti ora.

Miss you so much, Pak Ahok dan Bu Vero. Kami rindu pada the real Pemimpin kami di Jakarta.

Oya, Pak Ahok dan Bu Vero mungkin sudah tidak cocok jadi Pemimpin di Jakarta, Terlepas dari intrik politik dan rasa iri dengki dari “bos dan orang orang itu”,  Pak Ahok dan Bu Vero sudah terbukti dan diakui oleh jutaan orang (waras) sebagai teladan bagi seluruh Indonesia, bahkan dunia.

2 Responses to "Begini Kesaksian Terbaru Anak Buah Ahok Vero Selama Ditinggal Ahok ke Penjara, Teringat Kembali!"