Breaking News..!! Wiranto Akan Bubarkan Ormas FPI, HTI dan Ormas Anti Pancasila Sesuai Perintah Jokowi..!!

loading...
loading...

Asliberita.com - Saya tidak kaget ketika Presiden memerintahkan Menkopolhukam Wiranto untuk menangani masalah Ormas anti Pancasila, karena hal tersebut memang seharusnya dan ada aturan yang mengaturnya, meskipun aturannya terkesan berbelit-belit, mengapa saya mengangkat judul demikian? Itu karena hasil pengamatan saya terkait masalah pembubaran Ormas ini dari rezim ke rezim tapi tidak ada yang dibubarkan, masih segar diingatan kita bahwa di era Pemerintahan Pak Mantan Wacana itu pernah digaungkan bahkan sampai lahir UU No. 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, apa nyana tak satupun ormas yang meresahkan masyarakat dibubarkan pemerintah. Bahkan sampai saat ini walau tahun lalu Presiden Jokowi sudah meneken Peraturan Pemerintah (PP) No. 58 Tahun 2016 . Tentang organisasi kemasyarakatan. Yang mana PP ini mengatur mengenai syarat badan administrasi dan sanksi. Juga tak membuahkan hasil bahkan Ormas anti Pancasila terkesan tumbuh subur dan Hukum Negara terkesan tak berdaya dihadapan Ormas semacam ini.


“Alangkah susahnya membubarkan Ormas anti Pancasila ini”

Saya yakin ada banyak anggapan semacam ini, apakah mereka tidak bisa dibubarkan? Jawabnya menurut saya, tidak, jika memang hukum itu tegak lurus dan tak ada kepentingan mereka pasti bisa dibubarkan,  kalau boleh pinjam istilah Prof Yusril “tegakkan keadilan dan kepastian Hukum”

Dan hal itu yang sepertinya tidak dilakukan oleh Negara, tidak perlu para pakar memantau ormas mana yang tidak Pancasila. Biar tak di tuduh ngarang berikut saya kutip dari detikcom pernyataan Wiranto selaku Menkopolhukam

Jakarta – Menko Polhukam Wiranto menegaskan ormas-ormas yang bertentangan dengan Pancasila akan dibubarkan. Dia juga sudah menggodok sejumlah langkah sesuai arahan Presiden Joko Widodo.
“Kita sudah mendengarkan pernyataan Presiden bagaimana menangani ormas-ormas yang nyata-nyata bertentangan dengan ideologi negara. Dan memang di Kemenko Polhukam, tempatnya di situ,” kata Wiranto di gedung Nusantara V, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/5/2017)
Kemenko Polhukam kini sedang mempelajari perilaku ormas-ormas yang ada di Indonesia. Pengawasan sudah lama dilakukan.
“Mana nyata-nyata betul-betul bertentangan dengan Pancasila, bahkan keberadaannya tidak mengambil bagian dari satu proses pembangunan di Indonesia, ya harus bubar,” tegasnya.
Wiranto mengatakan pihaknya sudah mendeteksi keberadaan ormas yang bertentangan dengan Pancasila tersebut. Dia juga tidak akan langsung gegabah untuk membubarkan.
“Ya, sudah (terdeteksi). Ya, nggak bisa kita diskusikan di depan Saudara-saudara sekalian. Tapi pasti pemerintah sudah melakukan langkah-langkah itu. Dan pemerintah tidak gegabah untuk melarang, membubarkan. Ada satu langkah-langkah yang kita lakukan, tetapi kita peringatkan bahwa ormas-ormas yang sudah mendapatkan izin dan berbadan hukum betul-betul keberadaannya harus memberikan manfaat bagi pembangunan bangsa ini,” papar Wiranto.
Dia menegaskan kehadiran ormas tidak boleh justru mengganggu ketenteraman publik. Ormas juga tidak boleh membuat ideologi negara jadi rancu.
“Kalau keberadaannya merancukan ideologi negara yang sudah kita sepakati, yang merupakan kesepakatan kolektif bangsa yang sudah final, tentunya tidak layak hidup di Indonesia,” pungkasnya. (imk/tor).

Menarik sekali pernyataan  Pak Menteri, menyambung pernyataan saya di atas “tidak perlu pakar dalam memantau Ormas anti Pansila” sekelas awam dan pegawai Honorer macam saya  saja bisa menilai mana ormas Pancasila mana yang anti Pancasila. Bukankah diberbagai daerah ada “koran Jumat” yang diterbitkan Ormas titik-titik di tiap-tiap masjid yang mengajak umat Islam merubah sistem Negara Kesatuan dengan Khilafah. Mengapa pemerintah TNI Polri terkesan abai dan membiarkan, bukankah ajakan itu sudah termasuk anti Pancasila? Bukankah ada aksi tiga angka yang selalu mengintervensi hukum dan seruan seruan yang menjurus pada perpecahan dan tidak mengakui keberagaman, yang menjadi tanya mengapa negara terkesan diam?


Presiden sudah angkat bicara soal pernyataan Woranto ini, berikut saya kutip dari mediaindonesia

PRESIDEN Joko Widodo angkat bicara soal rencana Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto yang bakal membubarkan organisasi masyarakat (ormas) anti-Pancasila. Ia menegaskan, pemerintah dapat membubarkan yang dapat menggangu ketertiban dan keamanan negara

“Kalau sudah mengganggu, itu yang saya kira hendak dilakukan sesuatu oleh Menko Polhukam,” kata Presiden di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (5/5).

Presiden berharap masalah ini jangan sampai menghabiskan energi yang semestinya bisa digunakan untuk hal yang lebih produktif. Namun, ia memastikan, rencana Wiranto membubarkan ormas anti-Pancasila murni untuk penegakan keamanan dan ketertiban.

“Jadi kalau ada gerakan yang berpotensi mengganggu keamanan itu lah yang akan dilakukan nantinya oleh Menko Polhukam,”

Sudah saatnya  sekarang kita meminta pemerintah tegas tanpa ragu, lakukan langkah kongkret dalam mempersatukan kembali kebhinekaan Indonesia yang  terkoyak oleh Pilkada, dan sudah saatnya Negara ini bersih dari ormas yang anti pancasila

Kesimpulan dan Penutup :

Sodara sebangsa dan setanah air, sebagai anak bangsa saya benar-benar berharap dan pastinya bukan hanya saya, sebagaian besar masyarakat Indonesia juga menginginkan Negara ini bersih dari Ormas anti Pancasila yang membuat gaduh dan berujung pada perpecahan.

Terus terang saja, pasca reformasi, ormas itu tumbuh bak Cendawan Selepas Hujan, di akar rumput  ada yang dikenal dengan LSM, keberadaannya di akar rumput tak jarang membuat resah, karena  lagak mereka lebih-lebih dari aparat penegak Hukum, walau kita tidak bisa juga mengeneralisir semua ormas itu “Jahat” seperti pernyataan Cinta pada Rangga, tapi kebanyakan keberadaan Ormas ini meresahkan di tatanan bawah masyarakat kita.

Sumber :

0 Response to "Breaking News..!! Wiranto Akan Bubarkan Ormas FPI, HTI dan Ormas Anti Pancasila Sesuai Perintah Jokowi..!!"

Post a Comment