Aksi Pertama Djarot: Djarot Mengumumkan Akan Memecat 2 Pejabat Tersangka Kasus Korupsi Proyek Banjir..!!!

loading...
loading...

Asliberita.com - Baru diangkat Plt Gubernur DkI Jakarta, Djarot sudah mulai memperlihatkan ketegasannya. Saya yakin, Pak Ahok senyum-senyum di Mako Brimob sana.

Sekarang Djarot Saeful Hidayat baru mengumumkan rencananya untuk memecat 2 pejabat tersangka korupsi proyek banjir, kedepannya, kita akan melihat siapa lagi yang akan terkena aksi bersih-bersih dia.

Ya, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat akan memberhentikan Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Utara, Herning Wahyuningsih dan Kepala Satuan Pelaksana Badan Air Kota Administrasi Jakarta Barat Pahala Tua, jika keduanya terbukti melakukan korupsi pengerjaan swakelola banjir tata air di wilayah Jakarta Pusat.

RGO Sakong Agen Remi9 Judi Sakong BandarQ Online Indonesia


“Kalau betul-betul sudah terbukti, maka dia harus kami proses, dipecat sebagai kasudin. Kalau semua terbukti betul maka akan kami tingkatkan, kami usulkan pemberhentian sebagai PNS,” ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (10/5).

Djarot menambahkan pemberhentian itu harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pemerintah pusat.

Untuk saat ini, Djarot enggan berkomentar banyak mengenai hal itu. Sebab, ia belum menerima laporan mengenai kedua pegawainya yang sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebut.

Namun, apabila setelah proses hukum berjalan dan keduanya dinyatakan tidak bersalah, maka nama baik keduanya harus dipulihkan.

“Kalau tidak terbukti ya dipulihkan, jadi betul-betul imbang,” ucap Djarot.

Kejaksaan Agung menahan kedua pegawai pemerintahan DKI Jakarta tersebut setelah ditetapkan penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) sebagai tersangka. Keduanya merugikan negara sekitar Rp 92,2 miliar dalam tahun anggaran 2013 hingga 2015.

“Benar, (kami) menahan tersangka dengan inisial HW dan PT,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Muhammad Rum dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (10/5).

Berdasarkan hasil penyelidikan, proyek pengendalian banjir tidak dilaksanakan secara profesional dan diwarnai berbagai penyimpangan. Mulai dugaan penyunatan anggaran, mulai perencanaan, pekaksanaan dan pengawasan, masing-masing 30 persen hingga praktik tidak terpuji lain.

Dia mengatakan, dugaan korupsi ditemukan setelah penyidik menemukan penerbitan surat perintah kerja (SPK) diduga fiktif yang diterbitkan Pahala dalam menindaklanjuti surat perintah tugas (SPT) yang dikeluarkan Herning untuk pelaksanaan pengerjaan swakelola banjir tata air di Jakarta Pusat.

Berdasarkan SPT dan SPK tersebut, lanjut Rum, Bendahara Pengeluaran Pembantu Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Pusat mengajukan permintaan pencairan dana kepada kas Daerah Provinsi DKI Jakarta. Namun, Kejaksaan Agung menemukan ada dana sebesar Rp222,942 miliar yang tidak dipergunakan sebagaimana mestinya.

“Dalam setiap pembayaran dilakukan pemotongan sebesar 35 dari SPT,” ujarnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, juncto Pasal 18 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP)

Kasus Korupsi Rutin Tahunan

Pada tahun 2016 juga terjadi modus korupsi yang sama. 10 tersangka ditangkap Kejaksaan Agung.

Seperti diketahui, seluruh tersangka dalam kasus ini adalah pejabat di lingkungan Pemprov DKI.

Kesepuluh anak buah Gubernur Basuki T Purnama itu terdiri dari, eks Kasudin PU Tata Air Jaktim (Januari-Juli 2013) Suhartono (SMT), eks Kasudin PU Tata Air Jaktim (Juli-Desember 2014) Henry Dunant dan eks Kasudin PU Jaktim (Juli 2013-Juli 2014) Jati Waluyo.

Kemudian ada Kasi Kecamatan Pulo Gadung Elias bin Edward Sitompul, Kasi Kampung Makasar Zulkarnain, Kasi Matraman Sunarto, Kasi Kramatjati Suryana Suparman, Kasi Ciracas Zainal M. Saleh, Kasi Cipayung Lis Sutisna, Kasi Jatinegara Subur.

Jumlah kerugian negara berapa? Lagi-lagi dengan angka yang sama dikisaran Rp 92.7 miliar.

Yang saya tidak paham adalah, setelah kejadian dipenangkapan dan penahanan ke 10 pejabat proyek banjir pada tahun 2016, kok bisa di tahun 2017  Kasudin yang baru tidak belajar dari mantan Kasudin sebelumnya yang ditangkap juga karena melakukan kejahatan yang sama?

Sepertinya korupsi proyek banjir sudah menjadi rutinitas. Sistem pengawasan yang Pemprov DKI Jakarta miliki sudah cukup lumayan baik. Gubernur Ahok memantaunya dnegan bail.

Pertanyaannya, untuk tahun 2018, apakah akan terjadi lagi kerugian negara yang diakibatnya pemotongan anggaran sebesar 30-35 persen? Atau lebih parah lagi karena penjaga gawang Jakarta sudah dipegang oleh Gubernur baru?

Sumber : Seword.com

1 Response to "Aksi Pertama Djarot: Djarot Mengumumkan Akan Memecat 2 Pejabat Tersangka Kasus Korupsi Proyek Banjir..!!!"