Licik..! Prabowo Menyesal Usung Anies Setelah Tahu Kelakuan Anies Yang Licik dan Tidak Pantas Jadi Pemimpin

loading...
loading...

Asliberita.com - Info yang dihimpun sebenarnya Prabowo ingin mengusung pasangan Sandiaga-Sjafri Sjamsoeddin. Namun keinginan Prabowo itu, ditentang oleh PKS yang tidak suka militer. Mengapa? PKS akan susah mengendalikan calon yang berlatar-belakang militer. Sosok militer biasanya sudah bertahun-tahun dilatih untuk setia pada Pancasila dan UUD 1945. Dalam jiwa seorang militer, telah dipatri bahwa NKRI adalah harga mati.

Untuk mengimbangi keinginan Prabowo itu, PKS dengan berani mengumumkan pasangan Sandiaga- Mardani. Prabowo sebetulnya sempat mengiyakan pasangan ini. Media sempat memberitakan bahwa Prabowo akan mendukung Sandiaga-Mardani. Namun di saat bersamaan ada manufer dari Cikeas. Mantan Presiden SBY langsung memimpin koalisi Cikeas yang beranggotakan 4 partai, yakni Demokrat, PPP Romy, PKB, PAN mengusung calon sendiri.

Anies akan memanfaatkan apapun posisinya untuk menjadi capres pada Pilpres 2019 mendatang. Jika kemudian ada pemahaman publik bahwa Anies dipecat dari menteri walaupun ia sebagai pendukung utama Jokowi pada Pilpres 2014, karena etos dan kinerjanya yang buruk, itu bukanlah alasan utama.


Cara Curang Menang Poker

Alasan utama pemecatan Anies adalah gelagat Anies yang berambisi dan sangat berambisi menjadi calon presiden tahun 2019 mendatang. Jadi Anies secara diam-diam akan memecat Jokowi dari kursi Presiden. Bila publik bertanya-tanya mengapa ada salah hitung anggaran Rp 23,3 triliun? Bisa dengan mudah menjawabnya. Bisa jadi dana salah hitung itu diarahkan untuk mendukung ambisi Anies menjadi capres 2019 mendatang jika ia tetap menjadi menteri.

Nama Anies yang diplot sebagai calon wakil Sandiga pun sudah dibisikkan kepada Prabowo. Menurut para pembisik, nama Anies sangat berpotensi mengalahkan Ahok karena ia korban kezaliman Jokowi. Saat itu Prabowo masih bimbang soal kapabilitas seorang Anies. Apa betul seorang mantan menteri yang dipecat laku sebagai cagub DKI? Sampai detik itu Prabowo masih tidak percaya.

Ketika isu berkembang bahwa istana tidak menghendaki Anies, Prabowo malah semakin yakin kepada Anies. Para pembisik kemudian terus-menerus meyakinkan Prabowo bahwa Anies bisa mengalahkan Ahok karena dia adalah korban kezaliman Jokowi. Jadilah Prabowo akhirnya menjadikan Anies sebagai wakil Sandiaga. Gerinda-PKS akhirnya menyimpulkan bahwa Sandiaga-Anies adalah pasangan yang bisa mengalahkan Ahok-Djarot.

Sial bagi Gerinda. Ternyata ketika dihubungi, Anies tidak mau kalau posisinya hanya dijadikan wakil. Anis mau diusung jika ia diplot sebagai calon gubernur. Terdesak oleh batasan waktu yang sempit dari KPU disertai lobi membahana dari PKS, akhirnya Gerinda menyetujui Anies sebagai cagub. Hal yang kemudian membuat Sandi kecewa. Namun karena sudah terlanjur disebut sebagai cagub atau cawagub, Sandi akhirnya setuju dengan hati dongkol.

Dalam perkembangan selanjutnya, terlihat PKS yang paling bersemangat memenangkan Anies. Di balik pertemuan Anies-Rizieq, peran PKS sangat signifikan. PKS berhasil menarik FPI masuk koalisi Gerinda-PKS. FPI yang secara senyap mendukung Agus-Silvi sebelumnya, berhasil ditarik oleh PKS. FPI pun mengkhianati SBY.

Bila kemudian suara Agus tiba-tiba anjilok dan suara Anies melambung hingga hampir 40%, itu karena pada detik-detik terakhir, suara kaum khilafah yang tiba-tiba meninggalkan Agus-Silvi dan berbalik mendukung Anies-Sandi. Inilah yang dipahami oleh SBY pasca kekalahan Agus. Tak heran jika kemudian SBY secara diam-diam mendukung Ahok-Djarot untuk membalas pengkhianatan ini. Para elit Demokrat diperintahkan untuk berbalik  mendukung Ahok.

Ulah para pendukung Anies dengan politisasi jenazah, demo-demo, selebaran-selebaran SARA dan rencana tamsya Al-Maidah membuat gerah Prabowo. Kemarin, Minggu 2 April 2017, ketika ada debat di Kompas TV dan didukung penuh oleh Prabowo, ternyata Anies-Sandi tidak datang. Itu salah satu bukti bahwa Prabowo kini mulai hilang kendali atas Anies. Padahal Prabowo sangat mengharapkan Anies-Sandi bertarung di debat Kompas TV itu. Lalu apa alasan Anies-Sandi absen di debat itu?

Timses Anies-Sandi sudah paham bahwa justru lewat debat, elektabilitas Anies-Sandi tergerus. Karena itu dibuatlah alasan-alasan konyol agar Kompas TV mengubah format debat menjadi format berbagi buah-buah pikiran. Hal yang tidak logis bagi Kompas TV. Jelas alasan itu hanya akal-akalan untuk menghindari debat.

Kini di kubu Anies-Sandi mulai dilanda perpecahan. Ada kubu yang bertarung secara fair, namun ada kubu yang bertarung dengan melambungkan SARA. Potensi kekalahanpun di depan mata. Publik memahami bahwa Anies-Sandi akhirnya takut debat. Jelas Prabowo kecewa dan marah sekali. Anies sudah mulai membangkang kepada Prabowo. Timses Anies dari PKS telah melakukan blunder.

Kini Prabowo mulai sadar bahwa Gerinda telah dibusukkan oleh PKS-FPI dengan mengusung Anies. Bahkan sangat mungkin Prabowo mulai ragu kepada Anies yang tidak mempunyai kapasitas menjadi pemimpin DKI-1. Ternyata Anies hanya punya ambisi besar memecat Ahok, memecat Jokowi pada Pilpres 2019 dan bahkan menyingkirkan sendiri Prabowo, namun kemampuannya jauh panggang dari api.

Skenario terburuk pun bisa terjadi. Jika Anies kalah di Pilgub DKI, maka Prabowo akan menyesal telah mengusung Anies yang hanya pintar beretorika. Sebaliknya jika Anies menang, maka ambisinya yang menyala-nyala menjadi capres, bisa menjadi blunder bagi Prabowo yang juga ingin kembali menjadi capres. Ini juga membuat Prabowo menyesal. Ambisi Anies seperti yang sudah diperingatkan istana, akan dirasakan sendiri oleh Prabowo. Anies akan memecat Prabowo sebagai capres jika berhasil menjadi gubernur.

Sumber : Seword.com

3 Responses to "Licik..! Prabowo Menyesal Usung Anies Setelah Tahu Kelakuan Anies Yang Licik dan Tidak Pantas Jadi Pemimpin"