Anies Marah dan Mengklaim Bahwa Rumah Tanpa DP Yang Akan Dibangun Pak Jokowi Meniru Program Anies-Sandi..!!

loading...
loading...

Asliberita.com - Cagub DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan terlihat bangga dan menyambut baik program pemberian rumah dengan Down Payment (DP) 1%. Anies bahkan mengklaim bahwa program rumah Jokowi ini mirip dengan program rumah tanpa DP yang akan dilakukannya di Jakarta. Dan seperti biasa, Anies tidak lupa pakai kata maut “keberpihakan”.

“Jika kita berpihak, akan muncul inisiatif sama. Inisiatif yang hampir sama. Sektor swasta, perbankan akan mengikuti. Begitu ada keberpihakan, caranya untuk meningkatkan peluang warga Jakarta punya rumah muncul,” ujar Anies kepada wartawan di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu (29/4/2017).



Meski merasa bahwa program rumah tanpa DPnya mirip dengan program Jokowi, tetapi secara faktanya program rumah Anies sangat berbeda dengan program rumah Jokowi. Bahkan Jokowi sendiri mengakui bahwa program rumah DP 1% tidak mungkin dilakukan di Jakarta karena ketiadaan lahan.

“Di Jakarta cari di mana lahannya?” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi), usai groundbreaking pembangunan rusunami tersebut di Jl Bukit Serua, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (27/4/2017).

Berikut adalah perbedaan program rumah Jokowi dan program rumah tanpa DP Anies:

1. PROGRAM RUMAH ANIES-SANDI TANPA DP, JOKOWI DP 1%.

Anies-Sandi sampai saat ini tidak pernah mengubah dan merevisi lagi terkait program rumah tanpa DP yang menjadi program unggulan mereka. Mereka menyampaikan bahwa setiap warga bisa memiliki rumah, bisa rumah tapak atau rumah susun, tanpa perlu membayar DP.

Meski tanpa DP, warga yang ingin mendapatkan rumah tanpa DP harus melalui persyaratan yang tidak mudah. Sebagai pengganti DP, warga harus menunjukkan bisa menabung 2,3 juta setiap bulan dalam waktu 6 bulan. Bisa dikatakan ini sebenarnya pakai DP, cuman dibayar dengan menabung 2,3 juta per bulan.

Hary Tanoe Akan Menjadi Mualaf Untuk Mendampingi Prabowo Sebagai Calon Wapres Tahun 2019..!!


Sedangkan program rumah Jokowi bukan tanpa DP. Jokowi memberikan program rumah dengan DP 1%. Hal ini tentu saja bukan hanya memberikan sebuah program jelas tanpa tiptu-tipu, juga DPnya pasti lebih murah dibandingkan program rumah Anies, yang meski tanpa DP warga harus menabung 2,3 juta setiap bulan.

“Ini rusunami yang nanti akan diperuntukkan untuk pekerja. Harganya kurang lebih Rp 293 juta. Dengan DP hanya 1%. Cicilan satu bulan Rp 1,12 juta,” kata Jokowi di lokasi groundbreaking, Jalan Bukit Sarua, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (27/4/2017).

DP 1% dari 293 juta berarti DP yang dibayar tidak sampai 3 juta dan itu cukup dibayar satu kali. Bayangkan saja program rumah tanpa DP Anies-Sandi yang harus menabung 2,3 juta setiap bulan. Perbedaan yang sangat jauh sekali dan sangat memberatkan warga.

2. PROGRAM RUMAH ANIES-SANDI PENGHASILAN MAKSIMAL 7 JUTA, JOKOWI MAKSIMAL 4 JUTA.

Program rumah Anies-Sandi awalnya adalah untuk mereka yang menjadi korban gusuran. Tetapi setelah terus mengalami revisi, akhirnya mengalami perubahan dan warga miskin sepertinya akan sangat sulit mendapatkannya. Jika Jokowi mematok penghasilan maksimal 4 juta untuk bisa mendapatkan program rumah murahnya, Anies-Sandi mematok penghasilan maksimal 7 juta.

Hal ini jelas sekali membuat keberpihakan menjadi berbeda. Anies-Sandi berpihak kepada kelas menengah, Jokowi berpihak kepada kelas bawah (buruh). Perbedaan yang pada akhirnya membuat Jokowi harus berpikir keras dengan cicilan yang hanya 1,2 juta perbulan. Hal yang tidak mungkin dilakukan Anies-Sandi dengan APBD Jakarta.

Presiden Komisaris PT PP, Andi Gani menjelaskan, harga Rusunami ini sangat terjangkau buruh, yakni Rp 250 juta per unit. Untuk memastikan tepat sasaran kepada buruh, penjualan unitnya bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan beberapa bank pemerintah.

“Kalau bukan peserta BPJS Ketenagakerjaan, tidak bisa memiliki unit di Loftvilles Serpong, kecuali di dua tower yang komersil,” tambahnya.

Sangat berbeda bukan keberpihakannya??

3. ANIES-SANDI MASIH TERUS CARI SOLUSI, JOKOWI SUDAH TERAPKAN.

Perbedaan inilah yang paling mencolok. Program rumah tanpa DP Anies-Sandi sampai saat ini belum jelas penerapannya. Selain sudah berubah beberapa kali, kemungkinan mengalami perubahan lagi sangatlah besar. Apalagi cicilan yang akan diberikan sangatlah memberatkan karena bisa sampai 2 atau 3 jutaan perbulan.

“(Program) sudah landing, tapi harus terus dikritisi oleh masyarakat, cicilannya berat. Nah, itu sedang dicari solusinya, bagaimana solusinya, saya bilang berimbang. Jangan cepat berpuas karena kita akan ada terus debat. Nanti debat ke depan yang resmi maupun yang tidak resmi. Kita harus melakukan penajaman terus, jangan cepat puas,” kata Sandi kepada wartawan di Posko Melawai, Jalan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (1/3/2017).

Yah, itulah mantra paling ampuh untuk menjawab kegalauan dan keraguan akan program rumah tanpa DP. Kita akan terus cari solusinya. Sampai kapan?? Sampai dapat solusinya. Kalau belum dapat-dapat?? Bersabarlah. Anggap saja ini cara Tuhan untuk melatih kesabaran kita. Menyedihkan.

Jokowi sudah jelas bagaimana pelaksanaan rumah dengan DP 1% ini karena sudah dipikirkan jauh-jauh hari dan sudah melakukan banyak analisis dan pertimbangan. Program DP 1% merupakan bagian dari program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang terus disempurnakan Jokowi sejak awal pemerintahannya di tahun 2014.

Dalam perkembangannya dan usaha keras Jokowi demi membantu warga mendapatkan rumah murah, khususnya bagi kelas bawah (gaji maksimal 4 juta), akhirnya terealisasi juga program rumah murah dengan DP 1% dengan cicilan 1,2 juta. Sangat terjangkau bagi warga yang memang tidak memungkinkian punya rumah dengan gaji maksimal 4 juta.

Itulah beberapa perbedaan yang menurut saya membuat program Anies dan Jokowi sangat berbeda. Semua perbedaan ini tergantung keberpihakan kepada warga kelas mana. Karena kalau keberpihakan jelas kepada warga kelas bawah, maka program rumah Jokowilah yang paling masuk akal dan raelistis.

Lalu bagaimana nasib rumah tanpa DP Anies-Sandi?? Yakinlah, itu hanya akan sanggup dimiliki oleh kelas menengah. Seperti yang dijanjikan dan dikampanyekan Anies dalam suatu kesempatan.

Sumber : Seword.com

3 Responses to "Anies Marah dan Mengklaim Bahwa Rumah Tanpa DP Yang Akan Dibangun Pak Jokowi Meniru Program Anies-Sandi..!!"