Terbongkar..!! Aksi 313, Ketua Sekjen FUI:"Ini Murni Kepentingan Politik Anies-Sandi"

loading...
loading...

Asliberita.com - Hari ini, Jumat, 31 Maret 2017, ada demonstrasi, yang dinamai dengan aksi 313, yang mengajukan tiga tuntutan. Pertama, meminta pemerintah menghentikan upaya kriminalisasi terhadap para ulama. Kedua, meminta Presiden Joko Widodo bertemu dengan perwakilan massa aksi. Ketiga, meminta Presiden Joko Widodo untuk segera memberhentikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari jabatan Gubernur DKI Jakarta karena menjadi terdakwa kasus dugaan penodaan agama.

Tuntutan pertama meminta pemerintah menghentikan upaya kriminalisasi terhadap para ulama. Terhadap tuntutan ini kita harus katakana sedikit mengada-ada, sebab sejauh kita ketahui bersama tidak ada ulama yang dikriminalisasi. Dikriminalisasi di sini harus dimengerti dijadikan seperti seorang kriminal, dihukum sekalipun tidak bersalah. Sejauh ini, siapa ulama yang dilaporkan ke kepolisian tanpa ada dugaan? Lagi pula, siapa pun orangnya, baik warga biasa, pejabat maupun pemuka agama, sama kedudukannya di hadapan hukum. Maka jika ada dugaan tindakan pidana, silakan dihukum.

Tuntutan kedua meminta Presiden Joko Widodo bertemu dengan perwakilan massa aksi. Terhadap tuntutan kedua ini harus kita tanya, ‘untuk apa?’ Ada dua kemungkinan. Pertama, karena mereka tidak dipanggil presiden ke istana ketika beberapa waktu lalu presiden mengundang ormas-ormas Islam ke Istana. Kedua, ingin mencederai presiden jika tuntutan ketiga tidak dikabulkan, sebab pada aksi 212 mereka tidak berhasil ‘menyandera’ presiden. Kenapa presiden tidak menemui mereka? Karena tidak perlu. Sebab jawaban dari tuntutan mereka sebenarnya sudah mereka dapatkan jauh hari sebelumnya.

Tuntutan ketiga meminta Presiden Joko Widodo untuk segera memberhentikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari jabatan Gubernur DKI Jakarta karena menjadi terdakwa kasus dugaan penodaan agama. Terhadap tuntutan ketiga ini harus kita katakan, ‘Kog tidak bosan-bosannya yah menuntut sesuatu yang tidak perlu dituntut melalui demo (aksi)?’ Sebenarnya tuntutan ini sudah diajukan sejak Ahok menjadi gubernur DKI, setelah Jokowidodo menjadi presiden, dengan alasan kafir dan aseng.

Lalu kalau hari ini mereka menuntut hal yang sama dengan alasan seorang terdakwa sudah sepatutnya diberhentikan jadi gubernur, apakah sebenarnya sama saja mereka mau menuntut hal yang sama dengan alasan yang lebih masuk akal. Maka sebenarnya tujuan tuntutan ini hanya untuk memberhentikan Ahok dari jabatannya sebagai gubernur. Padahal sejak Ahok aktif kembali sebagai gubernur pasca cuti, Mendagri sudah menjawab tuntutan ini. Jadi tidak ada yang perlu diperdebatkan lagi.

Jika ketiga tuntutan itu sudah terjawab jauh hari sebelumnya, untuk apa aksi 313? Untuk jalan-jalan, menghabiskan waktu, tamasya, atau …..?

Dua kemungkinan. Pertama, makar dengan menjatuhkan pemerintah yang sah saat ini. Hal ini sangat masuk akal jika dikaitkan dengan tuntutan kedua yang meminta presiden menemui mereka. Bisa saja ketika sudah ditemui, mereka punya alasan untuk melakukan makar. Hal ini dikonfirmasi pula penangkapan korlap aksi dan sekaligus sekjen FUI, Khaththath beserta empat terduga lain dengan dugaan makar.

Kedua, kepentingan pilkada DKI dengan tujuan menghentikan langkah sang petahana melalui pemerintah dan sekaligus menunjukkan bukti bahwa intimidasi di setiap TPS itu bisa saja terjadi pada saat pencoblosan 19 April nanti.

Apalagi di satu kesempatan, Al- Khaththath mengatakan:

“Karena ini (aksi 313-red) dalam rangka konsolidasi umat Islam dalam menghadapi 194 (19 April), umat Islam tetap harus semangat dan memenangkan gubernur muslim Jakarta,”

“Ini bagian dari kelanjutan aksi nanti adalah agar umat Islam tetap semangat bela Allah, bela Rasul, bela Al Quran, bela Islam dan memenangkan gubernur muslim Jakarta,” (suara.com)

Jadi tak bisa dipungkiri bahwa aksi ini sarat kepentingan politik, bahkan bisa kita katakan aksi ini murni kepentingan politik. Kepentingan politik cagub-cawagub no. 3, sebab hanya pasangan nomor tiga yang cagubnya seorang muslim. Dan ini sangat mengerikan.

Dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, dengan jargon tenun kebangsaan dan pemimpin pemersatunya, menganggap ini hanya kebebasan berpendapat-karena mendukung dirinya. Sementara lawan, yang diserang kanan-kiri-muka-belakang, tidak berhak mengungkapkan pendapatnya, yang Anies anggap sebagai pemimpin yang memecah-belah bangsa.

Anies… sebenar-benarnya, jika engkau sadar bahwa Andalah pemecah belah bangsa. Engkau memantik perpecahan dengan membawa agama sebagai alat kampanya. Tolong, jangan bawa Allah berkampanye, demi bangsa Indonesia ke depan!

Dan jika aksi ini tidak ada hubungannya dengan kampanye dan kepentingan politik Anies-Sandi, verifikasi, luruskan dan himbau agar tidak ada lagi politik berbau SARA.

Sumber : Seword

2 Responses to "Terbongkar..!! Aksi 313, Ketua Sekjen FUI:"Ini Murni Kepentingan Politik Anies-Sandi""

  1. Bisa saja Mereka punya beberapa tujuan. Artinya tdk hanya politik utk memenangkan paslon 3. Sebab kita tahu bahwa hbngan anis-fpi, anies-prabowo awalnya tdk baik. Jd tentu tdk mudah mereka itu akur. Tp ini bisa terjadi bila pendukung anies spt fpi dan prabowo punya tujuan tertentu.

    ReplyDelete
  2. terima kasih gan...kunjungi balik di www.korancepat.com

    ReplyDelete