Inilah Sosok Gusdur Muda Yang Memprotes Aksi Demo Massa Gereja St.Clara di Bekasi dan Sekaligus Menjadi Saksi Ahok

loading...
loading...

Asliberita.com - Sungguh mengerikan video penolakan yang dilakukan oleh oknum ormas Islam yang menolak pendirian gereja St.Clara di bekasi. Karena bukankah yang namanya keyakinan adalah hak dari setiap individu, yang tidak boleh dipaksakan?

Untuk umat Islam yang menjunjung tinggi kemanusiaan, tentu saja marah dengan kelakuan ormas-ormas tersebut. Karena, dengan tindakan anarkis tersebut, akan membuat citra agama Islam menjadi buruk.

Islam Phobia, itulah yang akan menjadi dampaknya, karena kekerasan-kerasan yang terjadi , seperti kasus penolakan pembangunan gereja St. Clara.

Dalam video tersebut, pendemo melempari aparat kepolisian dengan berbagai macam benda, bahkan terlihat ada yang begitu berambisi membunuh, dengan mencoba menusuk aparat kepolisian melalu celah tameng. Mereka yang melakukan aksi anarkis tersebut seperti kesetanan, tetapi mengatasnamakan Tuhan.

Di tengah Intoleran yang menunjukkan gejala kronis di titik-titik wilayah tertentu, kita patut bersyukur masih banyak sosok-sosok bijak pandai yang rela berjuang dengan mempertaruhkan banyak hal untuk  memperbaiki hal-hal buruk terkait intoleran tersebut.

Dulu kita mengenal sosok almarhum Gusdur yang begitu keras melawan aksi kekerasan atas nama agama. Gusdur mengajarkan banyak hal dengan keberaniannya, memandang manusia berdasarkan apa yang dilakukannya, bukan apa agamanya, salah satu pesan yang mengajarkan hal tersebut adalah ” Tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu”.

Kita juga patut bersyukur, ternyata Gusdur muda telah hadir kembali di tengah-tengah kita. Ahmad Ishomuddin, itulah nama sosok pemberani yang tidak gentar menyuarakan kedamaian, dan apa yang telah dipelajarinya secara mendalam mengenai agama.

Beliau merupakan Rais Syuriah PBNU, yang tentu saja keilmuan beliau tidak diragukan lagi mengenai agama Islam. Selain itu, di lingkungan UIN Raden Intan Lampung, Kyai Ishom juga sangat dihormati baik oleh Rektor maupun oleh Dekan Fakultas Syariah.

Keberanian beliau mengungkapkan, apa yang telah dipelajarinya, membuat beliau berani mengambil resiko yang begitu besar dengan menjadi saksi ahli yang meringankan Ahok, terkait kasus dugaan penistaan agama Islam.

Seperti Gusdur, beliau juga mengajarkan untuk menghargai perbedaan, hal tersebut jelas tersirat di tulisan beliau di facebook,” Setiap kepala manusia dengan pikiran berbeda, mustahil memaksa semua harus berfikir sama. Hargai perbedaan itu”. Beliau juga menuliskan ” Hanya orang yang beradab dan rendah hati yang mampu menghargai perbedaan dan menghormati orang lain”.

Selain itu, beliau juga mengkritik orang-orang yang begitu gampang mengatakan kafir, beliau menuliskan ” Belajar agama kepada siapa, gampang betul ndalil untuk melaknati manusia: kafir, musyrik, munafik, sesat, liberal”.

Beliau juga mengkritik orang-orang yang menggunakan agama untuk tujuan meraih kekuasaan, seperti yang beliau tuliskan ” Syahwat ingin berkuasa dari penganut agama yang menimbulkan konflik dan kekerasan. Konflik itu tidak bersumber dari ajaran agama”.

Sumber : Seword

0 Response to "Inilah Sosok Gusdur Muda Yang Memprotes Aksi Demo Massa Gereja St.Clara di Bekasi dan Sekaligus Menjadi Saksi Ahok"

Post a Comment